Sabtu, 15 Desember 2012

Jamus With Dinta

hallo ....
pada pengen tau nggak nih hasil foto dari Dhe Photography?? nih dia kalo pada pengen  tau ...

                                                              




 TALENT 
                Nama     : Dinta Ayu Shavira
Umur   : 19 tahun
Tinggi   : 168 cm 

foto ini diambil disalah satu wisata yang ada di Ngawi lho, namanya di jamus ... :)
buat temen-temen yang berminat ke jamus silahkan datang aja :) cocok untuk berfoto-foto juga nih :)

Rabu, 12 Desember 2012

Fashion kreasi Batik Vs Mawar

      halloo ...hallo... sabtu kmaren abis ada acara pensi di kampus nih, kebetulan disuruh fashionshow ,hihihi pada awalnya bingung nih cari costumnya ,lha kebetulan dapet deh bajunya seperti ini. kreasi batik versus bunga mawar nih kalo dikasih judul hehe... yang bikin bajunya si cewek & cowok ini adalah desainner yang bernama "Ari" walaupun dia cowok namun ia berbakat sekali loh bikin baju-baju buat fashion. apalagi tatto yang dipake si model cowok (Admin) hhii itu juga hasil karyanya dari Mas Ari lho, bener - bener kreative deh. padahal cuma butuh semalem aja lho buatnya baju ini kesokan harinya langsung jadi deh bajunya ini :D hihihi
    Awalnya ga mau nih ikutan acara ini, cz belum pernah sama sekali deh ikutan kayak gini hihihi namun dengan keberanian dan kepedean diri akhirnya ikut juga deh acara ini. dan akhirnya sukses juga deh acaranya ini, semuanya lancar hihihi. malah banyak komentar yang mengatakan kalo desain bajunya keren dan kreatif, dan selain itu juga mendapat pujian untuk bunga mawar yang dipakai si cewek dan tatto mawar yang di pakai si cowok :D hihi katanya "menajubkan deh" hehe (bukan admin loh ya yang bilang, nih dari temen-temen admin yang bilang gitu hehe). Nih koleksi foto seletah pentas nya... kalo suka diliat aja :) hiihihi

Nih Foto Bersama Bapak Manager Kampus

                 Nih Foto Bersama Bapak Basuki 






 jangan lupa, jangan pernah berhenti untuk berkarya :)
yukkkk sekiaan duluu artikel ini .. hihihi jika berminat silahkan baca dan liat-kopleksi fotonya juga yaa :))
                 


Tenik Dasar Fotografi

Teknik-teknik dasar pemotretan adalah suatu hal yang harus dikuasai agar dapat menghasilkan foto yang baik. Kriteria foto yang baik sebenarnya berbeda-beda bagi setiap orang, namun ada sebuah kesamaan pendapat yang dapat dijadikan acuan. Foto yang baik memiliki ketajaman gambar (fokus) dan pencahayaan (eksposure) yang tepat.

A. FOKUS
Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto, dilakukan dengan memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus). Foto dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur). Pada ring fokus, terdapat angka-angka yang menunjukkan jarak (dalam meter atau feet) objek dengan lensa.

B. EKSPOSURE
Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya film yang ada dikamera. Dalam hal ini, cahaya yang diterima objek harus cukup sehingga dapat terekam dalam film. Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan film (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan film yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed).

C. Bukaan Diafragma (apperture)
Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. Ukuran besar bukaan diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka-angka ini tertera pada lensa : 1,4 ; 2 ; 2,8 ; 4 ; 5,6 ; 8 ; 11 ; 16 ; 22 ; dst. Penulisan diafragma ialah f/1,4 atau f/22. Angka-angka tersebut menunjukkan besar kecilnya bukaan diafragma pada lensa. Bukaan diafragma digunakan untuk menentukan intensitas cahaya yang masuk.

Hubungan antara angka dengan bukaan diafragma ialah berbanding terbalik.
"Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Sebaliknya, semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya sehingga cahaya yang masuk semakin banyak."

Kecepatan Rana (shutter speed)
Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai film. Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang film dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang film dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana aka membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari film.
Ukuran kecepatan rana dihitung dalam satuan per detik, yaitu: 1 ; 2 ; 4 ; 8 ; 15 ; 30 ; 60 ; 125 ; 250 ; 500 ; 1000 ; 2000 ; dan B. .Angka 1 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik. Angka 2000 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/2000 detik, dst. B (Bulb) berarti kecepatan tanpa batas waktu (rana membuka selama shutter release ditekan)

Hubungan antara angka dengan kecepatan rana membuka menutup ialah berbanding lurus. "Semakin besar angkanya berarti semakin cepat rana membuka dan menutup, maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Semakin kecil angkanya, berarti semakin lambat rana membuka dan menutup, maka semakin banyak cahaya yang masuk"

Kepekaan Film (ISO)
Makin kecil satuan film (semakin rendah ISO), maka film kurang peka cahaya sehingga makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut, sebaliknya semakin tinggi ISO maka film semakin peka cahaya sehingga makin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut. Misal, ASA 100 lebih banyak membutuhkan cahaya daripada ASA 400.

Senin, 24 September 2012

LENSA


PENGERTIAN LENSA
Lensa adalah : elemen kaca atau plastik yg berfungsi meneruskan sinar dengan kombinasi warna utk diteruskan pd permukaan film dgn titik api yg sama di satu tempat.
Fungsi Lensa sbg satu-satunya celah masuknya sinar dari luar yg memungkinkan terekam gambar pd film.

JENIS-JENIS LENSA

1.       Lensa Standar
Area pandang yang dihasilkan paling menyerupai pandangan mata kita. Lensa berukuran: 50 mm
Jenis lensa ini cocok digunakan untuk jarak pandang sedang. Misalnya seperti foto jurnalisme, foto acara, foto olahraga in door & foto jalanan .
2.       Lensa Wide Angle (Sudut Lebar)
Lensa ini merupakan lensa sudut pandang lebar. Lensa jenis ini mempunyai jarak fokus yang lebih pendek dari lensa standar, antara 24-40mm. 
Lensa ini sangat cocok digunakan untuk mengambil gambar panorama alam.
3.       Lensa Fish Eye
 Lensa ini termasuk ke dalam lensa sudut lebar, namun memiliki distorsi yang tinggi. Hasil yang didapat menggunakan lensa ini akan berbentuk lengkungan, seperti cembung pada mata ikan.
4.       Lensa tele adalah lensa yang jarak fokusnya 70mm atau lebih. Lensa telephoto digunakan untuk mendapatkan & memperbesar objek  yang ada di kejauhan.
Jenis lensa ini umumnya berukuran sangat besar,  jadi kita butuh tambahan tongkat tripod/monopod untuk menopang lensa ini supaya nyaman saat kita gunakan.
5.       Lensa Zoom
Gabungan dari ketiga lensa yaitu : lensa standar, lensa sudut lebar, dan lensa tele.
Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan .
6.       Lensa Mikro
Lensa jenis ini banyak digunakan untuk memotret objek yang berukuran kecil.
Lensa ini memiliki sifat fokus yang sangat fokus & akurat. 
7.       Lensa Prespective Corection
lensa ini dgunakan untuk mengoreksi sebuah garis prespektif yang terdistorsi akbiat fotografer mengambil gambar terlalu dekat dari objek. Biasanya digunakan untuk kalangan fotografer arsistektur.





Senin, 16 Januari 2012

7 Gaya Pakaian Cowok Yang Tidak di Sukai Cewek.

       Bagi kita para cowok pasti kita pengen juga kan berpakaian yang baik, dan tentu nya disukai para cewe? namun ada juga hal yang tidak disukai cewek lohh :D 


 Menurut kaum hawa, gaya berbusana yang tidak tepat dianggap tak sedap dipandang mata, dan perlu segera melakukan ‘make over’ alias merombak penampilan. Sebuah jajak pendapat yang mengikutsertakan 6000 pembaca online, menyimpulkan bahwa ada beberapa gaya pria yang tidak disukai wanita, seperti dikutip Shine. Antara lain:
1.Celana panjang model baggy atau melorot
Celana jeans dengan model melorot ternyata banyak tak disukai wanita. Sebanyak 18 persen wanita merasa celana tersebut tak cocok dikenakan pria. Banyak wanita mengaku jijik melihat pria mengenakan celana baggy. Padahal, tren mengenakan celana baggy di kalangan pria itu terbilang cukup lama bertahan. Mulai dari 1993- 2010, masih banyak pria mengenakan model celana model ini.
2.Kaus kaki dengan sandal
19% dari responden menganggap sandal dengan kaus kaki adalah pelanggaran terburuk. Jika cukup hangat untuk memakai sandal, biarkan jari kaki Anda bernapas. Jika tidak, lebih baik mengenakan sepatu.

3.Speedos
Celana pendek ketat yang biasa dikenakan untuk berenang ini banyak dikenakan pria di seluruh dunia. Namun, 17 persen wanita dari hasil jajak pendapat menyatakan tidak suka dan merasa risih melihat pria mengenakan speedos.



4.Kemeja dirangkap dengan kaus
Banyak wanita menganggap, pria yang berpenampilan seperti ini terlihat buruk. Sama halnya seperti mengenakan sandal dengan kaus kaki. Mengenakan kemeja yang dirangkap dengan kaus juga membuat pria terlihat seperti kedinginan.



5.Skinny jeans
Banyak wanita tak menyukai pria dengan celana terlalu ketat atau potongannya seperti celana wanita. Bagi wanita, pria yang memakai model celana ketat ini tidak meperlihatkan kejantanannya.



6.Terlalu banyak aksesori
Sebanyak 9 persen wanita beranggapan, memakai perhiasan atau aksesori berlebihan akan membuat penampilan pria terlihat berantakan. Satu aturan praktis untuk pria dalam hal mengenakan aksesori adalah tidak mengenakan perhiasan lebih banyak dari wanita.





7.Ukuran pakaian kebesaran
Kadangkala pakaian yang tidak pas di tubuh akan terlihat buruk bagi pemakainya. Ini juga merupakan fashion terburuk yang sering dilakukan banyak pria. Rata-rata wanita pun tidak menyukai pria dengan penampilan seperti ini.

Kamis, 24 November 2011

fun jamus

hari minggu kemaren kita jalan ke jamus loh , hehehe pasti kalian tau kan mana itu jamus ?? jamus itu adalah salah 1 tempat wisata di daerah ngawi ,pastinya kalian juga pernah kesana kan ? walaupun tempat nya itu agak jauh namun saat kita kesana kita juga disugui pemandangan yang amat bagus sekali ,. bentang alam dari  salah satu lereng gunung lawu yang menemani disaat kita jenuh dalam perjalanan .wowww ..!!

jamus itu selain untuk tempat wisata juga sebagai tempat perkebunan teh loh , hehe . wahh  bahka di jamus pun sekarang juga sudah di sediakan sarana area free wifi juga . jadi buat para orang yang datang ke jamus bisa bawa Laptop trus upload sekalian tuh foto" nya ,, hheehe :D
gaa rugi dah pokok na :) kalau biasa nya banayk tuh para remaja-remaja yang sering maen ke jamuss:)





Desain Dan Style Majalah


Design+Style Magazine

Di awal abad ke 20, banyak majalah yang terbit khusus mengulas mengenai berbagai aliran pada desain grafis; poster, tipografi, dan litografi. Berangsur-angsur, sesuai dengan perkembangan waktu, di mana publikasi makin jauh jangkauannya, di antara majalah-majalah tersebut sudah ada yang mencakup semua aspek di segala bidang.
Ada satu majalah grafis yang memposisikan Switzerland sebagai pusat desain grafis era sesudah perang dunia II. Namanya Graphis, pertama kali dipublikasikan di Zurich tahun 1944. Format darimajalah tersebut menggunakan beberapa tatacara pradigma; layout menggunakan grid, publikasi dengan menggunakan 3 bahasa, yaitu: Prancis, Jerman dan Inggris. Selain terfokus ke grafis desain kontemporer, majalah ini juga menampilkan ulasan historikal, teknik cetak mencetak dan seni grafis, serta semua yang dianggap seperti kerajinan, namun bertentangan dengan industri desain grafis.
Tampilan sebuah majalah tergantung dari keputusan desain mengenai format, cover, internal pase, dan isi artikel, sama seperti pemilihan jenis huruf dan penerapan image untuk desain satu halaman. Art Director—yang mengkoordinasi semua elemen—diakui sebagai suatu aktivitas, pertama kali “diproklamirkan” di Amerika Serikat tahun 1920, di mana sebuah badaan yang bernama Art Directors Club terkenal sebagai satu divisi tenaga kerja yang mempunyai spesialisasi dalam bidang desain untuk sebuah publikasi.
Desain majalah modern mencapai puncak kejayaannya di tahun 1950 dan 1960-an dengan adanya New York Style (desain dengan gaya New York).
Tapi di akhir abad ini, gambaran umum mengenai majalah menjadi banyak macamnya dan ini (New York Style) hanya menjadi satu dari banyak style yang bisa ditiru. Style majalah dalam 20 tahun terakhir mempunyai kontribusi dalam perubahan ini dengan munculnya tantangan pemikiran mengenai desain dan isi. Tantangan ini muncul sebagai reaksi atas majalah-majalah yang sudah mapan. Tapi didominasi oleh sponsor. Pada tahun pertama, beberapa style majalah menentang ketentuan yang ada untuk menarik generasi muda, khususnya mereka yang mengerti topik yang sedang “in” dan satu bahasa dalam segala pandangan. Kategori baru ini bernama “infotainment”, di mana mereka mengundang pembaca untuk melihat dan menambah pengetahuan tentang musik, pakaian, desain, film, dan olahraga. Demi identitas baru ini, mereka berani menolak sponsor yang tidak sejalan dan satu bahasa dengan pembaca mereka.
Terry Jones, co-editor dan art director dari i-D, keluar dari Vogue untuk membuat majalah baru yang lebih independen. Alasan lainnya adalah ketertarikannya dalam mengikuti perkembangan gaya dan budaya anak muda di Inggris. Majalahnya yang baru ini mencakup fashion, musik, film, pameran, dan tari. Khususnya memberi ruang untuk Punk, Post Punk, dan aliran baru romantisisme. Ketika pemerintahan konservatif Margaret Thatcher berlawanan dengan tujuan generasi muda, ide kreatif dan negaranya yang banyak pengangguran, slogan i-D—“Do it with your self”—seakan menyadarkan pembacanya, bahwa mereka tidak butuh mode kelas tinggi. Laporan pertama i-D adalah mengenai fashion jalanan.
Nama i-D didapat dari singkatan untuk “identity” dan logonya yang bergambar orang tersenyum dan mengedipkan mata juga diambil dari nama i-D itu sendiri. Cover pertamanya dicetak dengan tinta pendar dan bahan pokok dengan format landscape, lalu berubah untuk kesempurnaan penjilidan, dan format vertikal yang konvensional untuk kebutuhan display di toko-toko. Memfokuskan liputannya hanya pada fashion, sehingga majalah ini pernah dijuluki sebagai “The Ultimate Fashion Victim’s Bible”.
Beberapa tahun kemudian, typographer Inggris, guru dan editor majalah Herbert Spencer menemukanmajalah Typgraphica. Pada tahun 1967 ia menulis: “Saya mulai merencanakan Typographica, pada musum gugur 1948, karena saya percaya hal ini adalah satu kebutuhan penting untuk majalah, terutama untuk typografi, yang akan dilihat oleh jangkaun internasional dan mengupas, serta menganalisis yang ada.”
Typographica pertama muncul dalam format yang besar dan konvensional namun menarik, dan layout yang didapat dari buku typografi. Majalah ini mengulas mengenai literatur typografi untuk para pencetak dan desainer, juga termasuk di dalamnya bisnis cetak dan perubahan teknik pada industri. Tahap demi tahap, Spencer memperkenalkan kepada pembacanya desainer Eropa semasa perang, seperti Werkman, Bill el Lissizky, Rodchenco, Bayer, Sanberg, Barlewi, Zwart dan Shcuitema. Seperti membuat catatan sejarah, Spencer menampilkan para seniman kontemporer, penyair, dan typographer, seperti Edward Wright, Massin, Diter Rot (sebelumnya dikenal dengan Dieter Roth) dan Richard Hamilton,—Spencer menyebut mereka sebagai “Pioneers of modern typography”—yang kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.
Seri kedua majalah-majalah, dimulai pada tahun 1960, lahirnya modernisme pada penampilan. Kertas warna, huruf bertekstur atau lembar transparan dan format yang lebih kecil dan ramping dikombinasikan untuk memberi kesan kontemporer.
Pada seri kedua ini, banyak ditampilkan elemen-elemen yang aneh/unik pada majalah di mana penulisan artikelnya menggunakan bahasa daerah/tradisi. Selama bertahun-tahun karangan visual dipublikasikan pada subjek seperti tanda/rambu lalu lintas, coal-hole covers, Dutch Chocolate Latters dan masih banyak lagi. Perhatian pada huruf dan ornamen tradisional mencerminkan bagaimana bertahannya modernisme di Inggris—yang merupakan penggabungan antara sensibilitas romantic dan daya tarik kosmopolitan Eropa.
Pada tahun 1958, ketika Neue Grafik pertama kali dipublikasikan, Switzerland secara luas diakui sebagai pusat fungsional desain grafis modern. Melalui para desainer dan kontribusi mereka pada pendidikan desain grafis—tapi yang paling signifikan adalah publikasi mereka yang diarahkan pada masyarakat iternasional—membuat reputasi negara ini tetap terjaga.
Neu Grafik berlanjut sampai tahun 1965, dengan desain tampilan yang konsisten. Pada Co-editornya antara lain Josef Muller-Brockmann dan Han S Neuburg, pelukis Richard P. Lohse, dan Carlo Vivarelli, seorang arsitek dan seniman yang bekerja pada studio Boggeri. Dengan empat kolom grid dan teks dalam bahasa Jerman, Inggris dan Prancis, majalah dikemas secara rasional, desain yang konstrukstiv, melahirkan beberapa aturan sistem desain, dan berfungsi sebagai alat komunikasi publik. Semua itu merepresentasikan puncak kejayaan era modernisme sebelum terjadinya perubahan sosial dan budaya di akhir tahun 60-an.

 
Copyright (c) 2010 Dhe Mahendra and Powered by Blogger.