Selasa, 18 Desember 2012

ganti background foto

nih bagi yang ingin belajar ganti background foto.. hihihi
Cara yang pertama diriku mo ngasih tau cara yang dulu kupelajari pertama kali secara otodidak dalam edit2 foto pakai Photoshop, yaitu menggunakan Eraser Tool.
  1. Pertama siapkan foto yang mau di-edit (kusarankan pakai foto beresolusi besar/tinggi biar enak tar edit di bagian detail2nya…), lalu klik 2x pada layer Background dan beri nama terserah, misal ”latihaneditfoto1” dan sekarang kita bisa mulai meng-edit foto tersebut.
  2. Gunakan Eraser Tool (E), klik kanan dan tentukan ukuran eraser, lalu mulai goreskan pada bagian2 background foto yang mau dihilangkan, juga gunakan Zoom Tool (Z) untuk mendapatkan bagian2 yang lebih detail.
  3. Berikut adalah hasil ketika kita selesai menghapus background foto, bagian yang seperti alas papan catur adalah bagian yang kosong atau transparan.
  4. Selanjutnya coba kita beri sebuah background sederhana, hanya sekedar tambahan aja. Kita buat layer baru dengan Ctrl+Shift+N dan beri nama misal ”bg”. Dan tempatkan layer bg tersebut dibawah layer foto yang kita edit. Tekan Ctrl+[ untuk menurunkan posisi layer yang aktif atau Ctrl+] untuk menaikkan posisi layer yang aktif.
  5. Sekarang kita akan mengisi layer bg dengan warna background default (hitam), cukup aktifkan/pilih layer bg dan tekan Shift+F5, lalu pilih OK aja maka layer bg akan terpenuhi warna hitam. Nah disini akan kelihatan apakah hasil editan kita sudah halus atau belum, kalau dilihat hasil editanku belum halus soalnya dipinggiran foto masih ada warna yang cukup mengganggu, langkah selanjutnya coba haluskan lagi jika dirasa belum halus dengan Eraser Tool lagi. Jika dirasa sudah cukup halus kita akan beralih ke tahap selanjutnya.
  6. Tahap ini akan kita gunakan untuk memberi sentuhan akhir. Mulai dari memberikan warna gradasi pada layer bg, klik 2x layer bg, centang atau gunakan pilihan Gradient Overlay, dalam pilihan ini tentukan sendiri warna gradasinya, untuk kasus ini diriku sesuaikan saja dengan warna yang ada di foto, yaitu gradasi ungu tua dan ungu muda. Lanjut dengan membuat duplikasi foto, caranya pilih layer foto yang kita edit, klik Ctrl+J untuk men-duplikasi, lalu atur layer duplikasi yang bernama ”|namalayer| copy” agar berada dibawah layer foto dan geser ke tempat yang masih kosong, dalam hal ini diriku geser ke arah kanan tidak jauh dari layer foto, lalu buat sedikit transparan dengan mengatur Opacity, dalam hal ini kuturunkan nilai Opacity layer duplikasi menjadi 14%. Langkah selanjutnya hanya memberi teks, gunakan Horizontal Type Tool (T) dan ketikkan terserah, dalam hal ini diriku hanya mengetikkan nama cewe’ yang fotonya kurusak, hi7x… Kalau perlu atur jenis dan ukuran font serta beri efek sedikit, dalam hal ini diriku menggunakan font standar Monotype Corsiva ukuran 24pt dan untuk efek hanya Drop Shadow dengan Opacity 70%, Angle 120, Distance 3, Spread 0, Size 7 serta atur Fill pada layer teks menjadi 0%. Kalau sudah kira2 begini hasilnya.
hasil akhir dari car pertama :
Cara kedua, menggunakan Lasso Tool, cara kedua yang kutemukan untuk men-edit foto. ^_^
  1. Mulai siapkan foto yang mau di-edit, dan lakukan seperti langkah satu pada cara pertama ketika dengan Eraser Tool.
  2. Gunakan Lasso Tool (L), didalam Lasso Tool ini ada 3 pilihan, yaitu Lasso Tool biasa, Polygonal Lasso Tool, juga Magnetic Lasso Tool. Dengan Lasso Tool kita bebas melakukan seleksi namun hasilnya akan kurang halus terutama bagi yang ga’ berbakat seperti diriku… he7x… Untuk Polygonal Lasso Tool kita bisa mendapatkan bagian detail, terutama jika kita mau pakai Zoom, namun hasil akan terasa kaku, ber-sudut0-sudut layaknya polygon. Kalau Magnetic Lasso Tool cukup memanjakan kita karena secara otomatis akan melakukan seleksi berdasarkan perbedaan pola warna sepanjang kita men-drag kursornya dengan mouse dan hasilnya akan lebih halus, namun juga kadang tidak mencapai detail pada bagian2 tertentu. Disini ada pilihan Feather yang dapat kita atur nilainya untuk menentukan kehalusan seleksi yang kita lakukan. Nilai Feather yang lebih tinggi akan semakin halus, namun tidak selalu lebih baik. Ini contoh hasil jika nilai Feather . Dan ini contoh hasil jika nilai feather tinggi, misal 10. Cara terakhir setelah melakukan seleksi adalah membuang bagian yang diseleksi atau bagian yang tidak kita seleksi dengan menekan tombol delete pada keyboard. Untuk membuang bagian yang tidak kita seleksi cukup klik Ctrl+Shift+I untuk mengakses Invert Selection. Ini dia hasil seleksiku dengan kombinasi Polygonal dan Magnetic Lasso Tool.
  3. Langkah berikutnya adalah membuat layer background, namun kali ini kita tidak akan membuat background sendiri, kita akan menggabungkan sebuah foto yang cukup enak buat dijadikan background. Siapkan dahulu sebuah gambar yang ingin dijadikan background, dalam hal ini diriku menyiapkan sebuah gambar bunga. Ini dia foto bunga’a.  Cara menggabungkannya tinggal drag gambar bunga dan drop diatas foto yang sedang kita edit. Lalu atur agar layer bunga berada dibawah layer foto. Selanjutnya penyesuaian saja, berhubung ukuran gambar bunga tidak sesuai dengan ukuran foto maka kita atur agar sesuai, klik Ctrl+T dan tarik tepinya, ada baiknya ketika me-resize tahan tombol Shift agar resize-nya proporsional. Lalu diriku ingin menyesuaikan warna bunga dengan warna pakaian yang ada di foto, tinggal aktifkan/pilih layer bunga dan tekan Ctrl+U dan atur agar warna bunga sesuai, dalam hal ini diriku atur Hue -32, Saturation -64 dan Lightness 0. Dan seperti inilah hasilnya.
  4. Sekarang tinggal menambahkan sentuhan akhir. Gunakan Gradient Tool (G), sebelumnya pastikan palet warna Foreground Color putih dan Background Color hitam, lalu gunakan tipe Linear Gradient dan pilih corak warna dari putih ke transparan, dan tarik Gradient Tool sambil menahan tombol Shift, dikira-kira dari atas ke bawah, posisi atasnya dimulai dari jari sampai pojok bawah foto. Gunakan Gradient Tool ini diatas layer bunga, jangan layer foto. Dan selanjutnya tinggal tambahkan tulisan seperti biasa. ^_^
  5. Berikut hasil akhirnya pas kutambahkan tulisan.
Cara ketiga, menggunakan Magic Wand Tool (W), ini cara yang cukup praktis, tapi tergantung juga dengan foto yang kita edit karena basic-nya sih melakukan seleksi otomatis berdasarkan renge warna pada daerah yang kita klik, yah seperti seleksi dengan menu Selection >> Color Range, detailnya seperti ini :
  1. Siapkan sebuah foto yang ingin di-edit seperti langkah pertama dari cara2 sebelumnya.
  2. Berhubung background foto yang sedang di-edit warnanya cukup simple, jadi seleksi dengan Magic Wand Tool ini akan cukup simple, sederhana, dan cepat. Gunakan Magic Wand Tool (W) dan klik pada beberapa area di background foto, ada baiknya tahan tombol Shift jika ingin melakukan multiple selection, dan terakhir tinggal klik tombol delete pada keyboard untuk membuang area seleksi. Dan berikut adalah hasil seleksinya, cukup simple, Cuma klik 5x pada area background yang ingin dihilangkan. Namun hasil jelas akan berbeda ketika kita edit foto lain yang backgroundnnya memiliki warna yang lebih kompleks. 1x klik 2x klik 3x klik4x klik5x klik hasl akhir seleksi
  3. Pada langkah ini silahkan berimajinasi untuk memberikan background yang sesuai. ^_^ (he7x… aslinya diriku lagi kehabisan ide dan juga males buat nglanjutin… rada ngantuk malem2 gini ngetik naskah buat posting… :b)
gimanaa ?? bisaa kann??  silahkan blajar duluu aa deh :)
selamatt mencobaa :) SELAMAT BERKARYAA :)

Sumber : http://riadyawan.wordpress.com/bagi-ilmu/bagi-ilmu-photoshop/bagi-ilmu-teknik-dasar-foto-editing-bag-1-%E2%80%93-mengganti-background-foto-selection/

Sabtu, 15 Desember 2012

Jamus With Dinta

hallo ....
pada pengen tau nggak nih hasil foto dari Dhe Photography?? nih dia kalo pada pengen  tau ...

                                                              




 TALENT 
                Nama     : Dinta Ayu Shavira
Umur   : 19 tahun
Tinggi   : 168 cm 

foto ini diambil disalah satu wisata yang ada di Ngawi lho, namanya di jamus ... :)
buat temen-temen yang berminat ke jamus silahkan datang aja :) cocok untuk berfoto-foto juga nih :)

Rabu, 12 Desember 2012

Fashion kreasi Batik Vs Mawar

      halloo ...hallo... sabtu kmaren abis ada acara pensi di kampus nih, kebetulan disuruh fashionshow ,hihihi pada awalnya bingung nih cari costumnya ,lha kebetulan dapet deh bajunya seperti ini. kreasi batik versus bunga mawar nih kalo dikasih judul hehe... yang bikin bajunya si cewek & cowok ini adalah desainner yang bernama "Ari" walaupun dia cowok namun ia berbakat sekali loh bikin baju-baju buat fashion. apalagi tatto yang dipake si model cowok (Admin) hhii itu juga hasil karyanya dari Mas Ari lho, bener - bener kreative deh. padahal cuma butuh semalem aja lho buatnya baju ini kesokan harinya langsung jadi deh bajunya ini :D hihihi
    Awalnya ga mau nih ikutan acara ini, cz belum pernah sama sekali deh ikutan kayak gini hihihi namun dengan keberanian dan kepedean diri akhirnya ikut juga deh acara ini. dan akhirnya sukses juga deh acaranya ini, semuanya lancar hihihi. malah banyak komentar yang mengatakan kalo desain bajunya keren dan kreatif, dan selain itu juga mendapat pujian untuk bunga mawar yang dipakai si cewek dan tatto mawar yang di pakai si cowok :D hihi katanya "menajubkan deh" hehe (bukan admin loh ya yang bilang, nih dari temen-temen admin yang bilang gitu hehe). Nih koleksi foto seletah pentas nya... kalo suka diliat aja :) hiihihi

Nih Foto Bersama Bapak Manager Kampus

                 Nih Foto Bersama Bapak Basuki 






 jangan lupa, jangan pernah berhenti untuk berkarya :)
yukkkk sekiaan duluu artikel ini .. hihihi jika berminat silahkan baca dan liat-kopleksi fotonya juga yaa :))
                 


Tenik Dasar Fotografi

Teknik-teknik dasar pemotretan adalah suatu hal yang harus dikuasai agar dapat menghasilkan foto yang baik. Kriteria foto yang baik sebenarnya berbeda-beda bagi setiap orang, namun ada sebuah kesamaan pendapat yang dapat dijadikan acuan. Foto yang baik memiliki ketajaman gambar (fokus) dan pencahayaan (eksposure) yang tepat.

A. FOKUS
Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto, dilakukan dengan memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus). Foto dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur). Pada ring fokus, terdapat angka-angka yang menunjukkan jarak (dalam meter atau feet) objek dengan lensa.

B. EKSPOSURE
Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya film yang ada dikamera. Dalam hal ini, cahaya yang diterima objek harus cukup sehingga dapat terekam dalam film. Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan film (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan film yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed).

C. Bukaan Diafragma (apperture)
Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. Ukuran besar bukaan diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka-angka ini tertera pada lensa : 1,4 ; 2 ; 2,8 ; 4 ; 5,6 ; 8 ; 11 ; 16 ; 22 ; dst. Penulisan diafragma ialah f/1,4 atau f/22. Angka-angka tersebut menunjukkan besar kecilnya bukaan diafragma pada lensa. Bukaan diafragma digunakan untuk menentukan intensitas cahaya yang masuk.

Hubungan antara angka dengan bukaan diafragma ialah berbanding terbalik.
"Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Sebaliknya, semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya sehingga cahaya yang masuk semakin banyak."

Kecepatan Rana (shutter speed)
Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai film. Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang film dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang film dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana aka membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari film.
Ukuran kecepatan rana dihitung dalam satuan per detik, yaitu: 1 ; 2 ; 4 ; 8 ; 15 ; 30 ; 60 ; 125 ; 250 ; 500 ; 1000 ; 2000 ; dan B. .Angka 1 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik. Angka 2000 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/2000 detik, dst. B (Bulb) berarti kecepatan tanpa batas waktu (rana membuka selama shutter release ditekan)

Hubungan antara angka dengan kecepatan rana membuka menutup ialah berbanding lurus. "Semakin besar angkanya berarti semakin cepat rana membuka dan menutup, maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Semakin kecil angkanya, berarti semakin lambat rana membuka dan menutup, maka semakin banyak cahaya yang masuk"

Kepekaan Film (ISO)
Makin kecil satuan film (semakin rendah ISO), maka film kurang peka cahaya sehingga makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut, sebaliknya semakin tinggi ISO maka film semakin peka cahaya sehingga makin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut. Misal, ASA 100 lebih banyak membutuhkan cahaya daripada ASA 400.

Senin, 24 September 2012

LENSA


PENGERTIAN LENSA
Lensa adalah : elemen kaca atau plastik yg berfungsi meneruskan sinar dengan kombinasi warna utk diteruskan pd permukaan film dgn titik api yg sama di satu tempat.
Fungsi Lensa sbg satu-satunya celah masuknya sinar dari luar yg memungkinkan terekam gambar pd film.

JENIS-JENIS LENSA

1.       Lensa Standar
Area pandang yang dihasilkan paling menyerupai pandangan mata kita. Lensa berukuran: 50 mm
Jenis lensa ini cocok digunakan untuk jarak pandang sedang. Misalnya seperti foto jurnalisme, foto acara, foto olahraga in door & foto jalanan .
2.       Lensa Wide Angle (Sudut Lebar)
Lensa ini merupakan lensa sudut pandang lebar. Lensa jenis ini mempunyai jarak fokus yang lebih pendek dari lensa standar, antara 24-40mm. 
Lensa ini sangat cocok digunakan untuk mengambil gambar panorama alam.
3.       Lensa Fish Eye
 Lensa ini termasuk ke dalam lensa sudut lebar, namun memiliki distorsi yang tinggi. Hasil yang didapat menggunakan lensa ini akan berbentuk lengkungan, seperti cembung pada mata ikan.
4.       Lensa tele adalah lensa yang jarak fokusnya 70mm atau lebih. Lensa telephoto digunakan untuk mendapatkan & memperbesar objek  yang ada di kejauhan.
Jenis lensa ini umumnya berukuran sangat besar,  jadi kita butuh tambahan tongkat tripod/monopod untuk menopang lensa ini supaya nyaman saat kita gunakan.
5.       Lensa Zoom
Gabungan dari ketiga lensa yaitu : lensa standar, lensa sudut lebar, dan lensa tele.
Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan .
6.       Lensa Mikro
Lensa jenis ini banyak digunakan untuk memotret objek yang berukuran kecil.
Lensa ini memiliki sifat fokus yang sangat fokus & akurat. 
7.       Lensa Prespective Corection
lensa ini dgunakan untuk mengoreksi sebuah garis prespektif yang terdistorsi akbiat fotografer mengambil gambar terlalu dekat dari objek. Biasanya digunakan untuk kalangan fotografer arsistektur.





Senin, 16 Januari 2012

7 Gaya Pakaian Cowok Yang Tidak di Sukai Cewek.

       Bagi kita para cowok pasti kita pengen juga kan berpakaian yang baik, dan tentu nya disukai para cewe? namun ada juga hal yang tidak disukai cewek lohh :D 


 Menurut kaum hawa, gaya berbusana yang tidak tepat dianggap tak sedap dipandang mata, dan perlu segera melakukan ‘make over’ alias merombak penampilan. Sebuah jajak pendapat yang mengikutsertakan 6000 pembaca online, menyimpulkan bahwa ada beberapa gaya pria yang tidak disukai wanita, seperti dikutip Shine. Antara lain:
1.Celana panjang model baggy atau melorot
Celana jeans dengan model melorot ternyata banyak tak disukai wanita. Sebanyak 18 persen wanita merasa celana tersebut tak cocok dikenakan pria. Banyak wanita mengaku jijik melihat pria mengenakan celana baggy. Padahal, tren mengenakan celana baggy di kalangan pria itu terbilang cukup lama bertahan. Mulai dari 1993- 2010, masih banyak pria mengenakan model celana model ini.
2.Kaus kaki dengan sandal
19% dari responden menganggap sandal dengan kaus kaki adalah pelanggaran terburuk. Jika cukup hangat untuk memakai sandal, biarkan jari kaki Anda bernapas. Jika tidak, lebih baik mengenakan sepatu.

3.Speedos
Celana pendek ketat yang biasa dikenakan untuk berenang ini banyak dikenakan pria di seluruh dunia. Namun, 17 persen wanita dari hasil jajak pendapat menyatakan tidak suka dan merasa risih melihat pria mengenakan speedos.



4.Kemeja dirangkap dengan kaus
Banyak wanita menganggap, pria yang berpenampilan seperti ini terlihat buruk. Sama halnya seperti mengenakan sandal dengan kaus kaki. Mengenakan kemeja yang dirangkap dengan kaus juga membuat pria terlihat seperti kedinginan.



5.Skinny jeans
Banyak wanita tak menyukai pria dengan celana terlalu ketat atau potongannya seperti celana wanita. Bagi wanita, pria yang memakai model celana ketat ini tidak meperlihatkan kejantanannya.



6.Terlalu banyak aksesori
Sebanyak 9 persen wanita beranggapan, memakai perhiasan atau aksesori berlebihan akan membuat penampilan pria terlihat berantakan. Satu aturan praktis untuk pria dalam hal mengenakan aksesori adalah tidak mengenakan perhiasan lebih banyak dari wanita.





7.Ukuran pakaian kebesaran
Kadangkala pakaian yang tidak pas di tubuh akan terlihat buruk bagi pemakainya. Ini juga merupakan fashion terburuk yang sering dilakukan banyak pria. Rata-rata wanita pun tidak menyukai pria dengan penampilan seperti ini.
 
Copyright (c) 2010 Dhe Mahendra and Powered by Blogger.